| Hydrogel baru untuk regenerasi dentin |
|
|
|
| Lain2 - Artikel | |
| Ditulis Oleh dokgi | |
| Tuesday, 25 November 2008 | |
|
Gigi berlubang menjadi penyakit infeksi dengan prevalensi terbanyak di dunia, menunjukkan perubahan signifikan kesehatan masyarakat dan konsekuensi socio-ekonomi. Gigi berlubang menyebabkan hilangnya jaringan keras gigi, diikuti inflamasi dan nekrosis jaringan pulpa.
Di Amerika Serikat, lebih dari 20 juta restorasi gigi dilakukan tiap tahunnya, dengan kegagalan sampai 60%. Berhubungan dengan itu, timbul kebutuhan kritis atas terapi biologis yang lebih baik untuk merestorasi kerusakan dentin pulpa sehingga dapat kembali kebentuk dan fungsi semula. Bagaimanapun juga, perkembangan dibidang ini terjadi lambat dibandingkan dengan bidang lain di kesehatan regeneratif. Strategi pembangunan jaringan diarahkan meniru matrix extraselular alami dengan memanfaatkan sintesis ataupun nonsintesis scaffolds untuk mengarahkan diferensiasi sell dan mineralisasi matrix (dalam kasus tulang). Yang memberikan harapan diantara generasi baru sistem kiriman(delivery system) adalah synthetic peptide hydrogels, dimana menyediakan matrix nanostruktur dengan kemiripan yang tinggi dengan matrix alami. Peptida-peptida yang pendek dapat dirancang untuk merakit sendiri menjadi nanofiber, dari gel macroskopik dan menjebak sel sel yang masih hidup. Dengan asam amino tunggal sebagai building block, material yang dihasikan adalah nontoxic, noninflamasi dan biodegragable. Konsep modular memungkinkan kontrol yang tinggi terhadap sistem dan pada waktu yang sama membuatnya menjadi sangat versatile. Berbicara selama 86th General Session of the International Association for Dental Research, sebuah team investigasi dari Baylor College of Dentistry (Dallas), University of Regensburg (Germany), and Rice University (Houston) memperkenalkan data awal yang menerangkan hasil studi hydrogel dari peptide amphiphiles, dimana urutan peptida pendek bersambungan dengan asam lemak yang menyediakan daya hantar untuk terjadinya perakitan sendiri.(self assembly). Bagaimanapun juga, mereka akhir akhir ini menerapkan konsep desain yang berbeda, dimana perakitan sendiri dari rantai peptida dicapai tanpa perlekatan ekor hydrophobic (hydrophobic tail). Berdasarkan desain mereka, rantai rantai tersebut dapat termasuk susunan peptida bioactif untuk adesi sell, mengikat faktor pertumbuhan atau molekul biological lainnya dengan potensi terapi. Oleh karena itu, multidomain peptide hydrogels mempersembahkan kembali material yang baru dan versatile tinggi yang memberikan derajat kontrol tinggi terhadapa arsitektur nanofiber dan fungsi kimia yang lebih baik. Tujuan dari penelitian ini meliputi memanfaatkan multidomain peptida sebagai biomimetic scaffold, bersama dengan terapi dental stem sell , menyediakan lingkungan 3D alami yang dapat mengontrol dan mengarahkan deferensiasi dan fungsi dental stem sell sebagai target regenerasi dari kompleks dentin pulpa. Pekerjaan ini adalah sangat inovatif dan translational, bila berperan besar dalam materi baru yang belum teruji dengan sifat sifat baru untuk regenerasi kompleks dentin pulpa. Yang paling penting, hasilnya akan memberikan dasar bagi perkembangan multidomain peptida scaffold sebagai ilmu pemerikasaan dan pengobatan baru bagi perkembangan kompleks dentin pulpa. ### About the International Association for Dental Research The International Association for Dental Research (IADR) is a non-profit organization with more than 10,800 individual members worldwide, dedicated to: (1) advancing research and increasing knowledge to improve oral health, (2) supporting the oral health research community, and (3) facilitating the communication and application of research findings for the improvement of oral health worldwide. To learn more about the IADR, visit www.iadr.org. This is a summary of an abstract entitled “Novel Hydrogel Systems for Dentin Regeneration”, by R.N. D’Souza et al., of the Baylor College of Dentistry (Dallas), to be presented at 3:30 p.m. on Friday, July 4, 2008, in Hall D-E of the Metro Toronto Convention Centre, Toronto, ON, Canada, during the 86th General Session of the International Association for Dental Research. Print this page |
|
| Berikutnya > |
|---|



